Minggu, 09 November 2014

COSO

COSO adalah Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (1985), dimana komite ini memiliki tujuan yaitu untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penggelapan laporan keuangan dan membuat rekomendasi untuk mengurangi kejadian tersebut.

COSO menekankan pada Pengendalian Internal, dimana PI itu adalah suatu proses, yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem teknologi informasi, yang dirancang untuk membantu organisasi mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu. Namun, COSO mendefinisikan PI sebagai suatu proses yang dijalankan oleh dewan direksi, manajemen, dan staff, untuk membuat reasonable assurance mengenai Efektifitas dan efisiensi operasional, Reliabilitas pelaporan keuangan, Kepatuhan atas hukum dan peraturan yang berlaku.

COSO terdiri atas 5 komponen:

1. Control environment

Tindakan atau kebijakan  manajemen yang mencerminkan sikap manajemen puncak secara keseluruhan dalam pengendalian manajemen. Yang termasuk dalam control environment:

- Integrity and ethical values (integritas dan nilai etika)

- Commitment to competence (komitmen terhadap kompetensi)

- Board of Directors and audit committee (dewan komisaris dan komite audit)

- Management’s philosophy and operating style (filosofi manajemen dan gaya mengelola operasi)

- Organizational structure (struktur organisasi)

- Human resource policies and procedures (kebijakan sumber daya manusia dan prosedurnya)

2. Risk assessment

Tindakan manajemen untuk mengidentifikasi, menganalisis risiko-risiko yang relevan dalam penyusunan laporan keuangan dan perusahaan secara umum. Yang termasuk dalam risk assessment:

- Company-wide objectives (tujuan perusahaan secara keseluruhan)

- Process-level objectives (tujuan di setiap tingkat proses)

- Risk identification and analysis (indentifikasi risiko dan analisisnya)

- Managing change (mengelola perubahan)

3. Control activities

Tindakan-tindakan yang diambil manajemen dalam rangka pengendalian intern. Yang termasuk control activities:

- Policies and procedures (kebijakan dan prosedur)

- Security (application and network) –> (keamanan dalam hal aplikasi dan jaringan)

- Application change management (manajemen perubahan aplikasi)

- Business continuity or backups (kelangsungan bisnis)

- Outsourcing (memakai tenaga outsourcing)

4. Information and communication 

Tindakan untuk mencatat, memproses dan melaporkan transaksi yang sesuai untuk menjaga akuntablitas. Yang termasuk komponen ini adalah sebagai berikut.

- Quality of information (kualitas informasi)

- Effectiveness of communication (efektivitas komunikasi)

5. Monitoring

Peniilaian terhadap mutu pengendalian internal secara berkelanjutan maupun periodik untuk memastikan pengendalian internal telah berjalan dan telah dilakukan penyesuian yang diperlukan sesuai kondisi yang ada. Yang termasuk di dalam komponen ini, yakni:

- On-going monitoring (pengawasan yang terus berlangsung)

- Separate evaluations (evaluasi yang terpisah)

- Reporting deficiencies (melaporkan kekurangan-kekurangan yang terjadi)

Sistem pengendalian intern pemerintah yang dianut oleh Indonesia diambil dari sistem pengendalian intern menurut GAO (Government Accounting Organization) yaitu lembaga Badan Pemeriksa Keuangan di Amerika Seriktat dan menurut COSO (Commitee Of Sponsoring Organization of Treadway Commision) yaitu komisi yang bergerak di bidang manajemen organisasi.

Pada saat ini sistem pengendalian intern pemerintah yang masih berlaku adalah sistem pengendalian intern menurut GAO. Namun seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi serta permasalahan yang lebih kompleks dalam pengelolaan suatu organisasi maka sistem pengendalian intern menurut COSO harus mulai disosialisasikan dan dilaksanakan. Perbedaan yang paling mendasar dari GAO dan COSO adalah adanya penilaian risiko pada sistem pengendalian intern menurut COSO sebagai salah satu unsur yang harus dianalisis. Selain itu, pada COSO peran manusia sebagai pelaku fungsi dalam suatu organisasi menjadi penting karena dibutuhkan tidak hanya kompetensi saja namun juga integritas dan etika yang diperlukan untuk mendapatkan lingkungan pengendalian organisasi yang menunjang untuk pencapaian tujuan organisasi.


Agatha Gladyswara Ketsya
C1C011065










Tidak ada komentar:

Posting Komentar